Asli Bojonegoro

Empat Pejabat Masuk Bui, Pemkab Bojonegoro Jamin Kinerja Tetap Oke

Sunday, 26 October 2008
BOJONEGORO(SINDO) – Satu per satu pejabat Pemkab Bojonegoro masuk bui. Namun, Pemkab bergeming hal itu mengganggu kinerjanya untuk melayani masyarakat.

Empat pejabat tersebut kini berada di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II A Bojonegoro akibat tersandung kasus dugaan korupsi. Di antara mereka adalah Kepala Bakesbanglinmas Sudariyanto dan Kasubid hubungan parpol Bakesbanglinmas Lukman Hakim. Keduanya tersangkut kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Pilkada sebsar Rp600 juta.Sedang pejabat lainnya adalah Kasubdin Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Sutomo yang tersandung kasus suap.  (lagi…)


Peluru Polisi Nyasar, Bocah TK Tewas di Lapas Bojonegoro

BOJONEGORO (Jawa Pos) – Acara besuk tahanan di Lapas Bojonegoro kemarin berubah jadi malapetaka. Akibat muntahan peluru senjata petugas yang menyalak secara tidak sengaja, seorang bocah tewas dan dua lainnya terluka. Bripda Suprianto, pemilik senjata yang juga anggota samapta polres setempat, saat ini ditahan untuk menjalani pemeriksaan.

Korban tewas adalah Sri Wahyuni, 6. Korban luka tembak adalah Supatmi, 30, ibu kandung Sri Wahyuni; serta Aziz Sulaiman, 26, napi yang pagi itu dapat tugas dari pimpinan lapas menjadi juru parkir di halaman lapas.

Menurut keterangan beberapa saksi, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30, saat lembaga pemasyaratan kelas II di Jalan Diponegoro membuka jam besuk (gelombang pertama pukul 09.00-12.00). Saat itu, Supatmi baru turun dari becak dan menggandeng sang anak, Sri Wahyuni, di pintu gerbang penjara. Mereka akan membesuk Suli, bapak sang anak, yang ditahan di sana. (lagi…)


Bentrok Massal, Satu Tewas

BOJONEGORO (SINDO) – Bentrok massal antar kelompok pemuda terjadi di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem,Bojonegoro.

Satu orang tewas dalam kejadian itu. Yuswanto,31,warga Desa Kepoh Kidul, Kecamatan Kedungadem, tewas di tempat kejadian. Puluhan orang lain luka parah dan dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Kejadian berawal saat satu kelompok pemuda asal Desa Kepoh Kidul datang ke Desa Kesongo untuk menonton hiburan elekton atau organ tunggal.

Mereka datang usai salat Tarawih Sabtu (13/9) malam. Saat menonton dangdutanitulah disinyalir kelompok itu saling ejek dengan kelompok pemuda lainnya. Seusai dangdutan, sekitar pukul 00.0 WIB,para pemuda asal Kepoh Kidul itu pulang. Saat rombongan melewati Desa Mlibet, yang masih tetangga Desa Kesongo, tiba-tiba mereka dicegat puluhan pemuda, tepat di depan markas salah satu perguruan silat. Bentrokan antar kelompok pemuda pun tak terhindarkan.  (lagi…)


Sering Telat, KRD Dihilangkan

BOJONEGORO (Radar Bojonegoro)- Karena sering tidak tepat waktu alias telat, kereta rel diesel (KRD) jurusan Bojonegoro-Semarang dan sebaliknya, bakal dihentikan. Selanjutnya, mulai Juli mendatang jalur yang dilayani hanya Cepu-Semarang dan sebaliknya.

Hal itu dikatakan Moch. Iswanto, Pjs kepala stasiun KA Bojonegoro saat bertemu Bupati Suyoto di pemkab setempat kemarin (14/4). Kepada Suyoto, Iswanto berharap rencana penghentian jalur KRD hanya sampai Cepu didukung. “Alasan Daops IV Semarang, KRD sering terlambat. Padahal itu kan masalah persilangan kereta saat bertemu kereta yang kelasnya lebih tinggi. Sehingga, KRD harus ngalah,” tegasnya. (lagi…)


Ratusan PNS Bojonegoro Resah

BOJONEGORO (SINDO) – Ratusan PNS Pemkab Bojonegoro resah. Motor dinas Suzuki Shogun yang pembeliannya diangsur para PNS, sulit menjadi hak milik.

Padahal, rata-rata para PNS pemegang motor plat merah itu sudah melunasi angsuran sebanyak 60 kali selama 5 tahun. Informasi yang diperoleh SINDO dari para PNS menyebutkan, motor yang jumlahnya mencapai 500unit itudiberikan kepada para PNS golongan II pada pertengahan 2003 lalu. Kebijakan itu dikeluarkan Sekkab. Bambang Santoso yang saat itu merangkap Plh Bupati, sebelum HM Santoso dilantik sebagai Bupati Bojonegoro periode 2003– 2008. Para PNS yang mendaftar untuk mendapatkan motor plat merah itu dimintai uang muka sebesar Rp 2.000.000/ unit. (lagi…)