Pemilu yang dinanti-nanti banyak kalangan akhirnya selesai sudah dan berlangsung relatif aman. Namun jika dilihat dari sisi yang lain banyak catatan untuk pemilu kali ini. Baik sebelum palaksanaan, waktu pelaksanaan, maupun paska pelaksanaannya.
Sebelum pelaksanaan pemilu sudah banyak diwarnai dengan pelanggaran. Money politik dan penggunaan fasilitas Negara buat kampanye seolah menjadi hal yang biasa. Belum lagi kekacauan daftar pemilih tetap yang dikeluarkan oleh KPU menuai banyak protes. Banyak nama fiktif dan anak dibawah umur yang terdaftar dalam DPT. Sebaliknya, orang yang mestinya sudah puinya hak pilih justru tidak masuk dalam daftar pemilih.
Dihari pelaksanaan meski aman namun ada saja permasalahan yang muncul. Penyelenggara pemilihan pemungutan suara ditingkat TPS ternyata masih banyak yang belum menguasai betul teknis palaksanaan pemungutan suara. Saat perhitungan banyak yang terjadi kesalahan semisal dhitung ganda karena yang dicontreng adalah gambar partai dan nama caleg. Ketika diingatkan oleh saksi partai tidak dihiraukan karena merasa sudah benar. Yang tentunya meropotkan ketika sudah di PPK karena harus dihitung ulang.
Yang lebih heboh lagi adalah paska pelaksanaan pemungutan suara. Para caleg yang sebelumnya sudah diprediksi akan banyak yang depresi benar-benar terbukti. Sehari paska pemilu satu caleg dari partai Hanura daerah bali tiba-tiba meninggal dunia karena mengetahui perolehan suaranya yang jeblok. Lebih tragis lagi caleg asal PKB dari daerah Jawa Barat rela menghabisi nyawa sendiri dengan gantung diri. Kamar khusus di RSJ yang sengaja disiapkan untuk para caleg yang gagal terbukti laris. Bukan hanya caleg gagal yang meninggal dunia. Tetapi juga petugas KPPS yang kelelahan karena memaksakan diri harus menyelesaikan pekerjaannya. Ada juga pemilih dalam bilik suara tiba-tiba meninggal.
Pesta demokrasi yang diharapkan memberi banyak perubahan terhadap negeri ini ternyata malah membuat negeri ini menjadi berduka. Harapan yang disandarkan kepada pemilu kali ini oleh seluruh kompenen bangsa justru membuat bangsa ini menjadi pilu. Pemilu yang memilukan. Kalau begini siapa yang harus disalahkan ? (USE)
itulah pemilu dan masyarakat kita,
jadi caleg hanya dalam rangka mencari kerja,
jadi anggota DPR = melimpahnya harta,
demi kursi apapun dilakukan.
untung mereka gagal jadi anggota dewan,
jadi yang jadi korban hanya diri mereka sendiri,
entah gila, stress ataupun mati,
itu karena tipisnya iman yang di hati,
yang gak mampu menerima kegagalan,
maunya selalu berjaya,
coba kalo mereka berhasil jadi anggota DPR,
rakyat banyak akan jadi korban karenanya,
karena dengan mudah mereka akan menerima pelicin, hadiah atau apapunlah namanya.
walhasil…rakyat yang kena imbasnya.
i’s just my opinion.
salam kenal bro…
Comment oleh admin ngori — Mei 4, 2009 @ 11:54 am
Ya..gitu dweh..negeri ni dah kacau! Pemilu cuma kamuflase demokrasi, sejatinya yg berdaulat itu uang dan koneksi. Anehnya para calon wakil rakyat gak dikenal rakyat hingga mereka menyatakan jadi calon. Akibatnya kampanye mirip reality show, pemilu mirip seleksi badut paling pandai memainkan kelekar..sekalipun peran orang bego!
Kalau dah gini….
Comment oleh Rofatul — Mei 18, 2009 @ 10:05 pm
memilukan sekaligus memalukan mmas
Comment oleh ciwir — September 12, 2009 @ 5:40 pm