HALOhybrid adalah inovasi terbaru yang menandai hadirnya kartu paskabayar selular pertama di Indonesia yang menyajikan 2 layanan kartu selular (paska bayar dan prabayar) sekaligus dalam satu nomor. HALOhybrid juga dilengkapi gratis 100 SMS perbulan untuk komunikasi sesama Telkomsel, layanan 3G, dan bebas abonemen. (sumber: telkomsel.com)
Matrix Auto merupakan penggabungan antara account pascabayar dan prabayar dalam satu kartu GSM, dimana pelanggan akan mendapatkan 1 (satu) nomor untuk 1 (satu) kartu Matrix Auto. Pelanggan dapat menikmati fasilitas-fasilitas di kartu pasca bayar dan prabayar tanpa perlu mengganti kartu. Pelanggan Matrix Auto bebas menentukan credit limit sesuai dengan kebutuhan serta mengontrol pemakaiannya secara real time, dapat diisi ulang dengan menggunakan voucher IM3 reguler (Fisik, Elektronik, dan via Perbankan). (sumber: kantorberita.com )
Saya tertarik meng-compare kedua kartu ini karena keduanya merupakan produk dari dua operator terbesar di Indonesia dan dan sampai saat ini belum ada operator lain yang meniru teknologi ini.
Yang menarik lagi keduanya tidak mau membuat tarif “nol koma” maupun tarif “sampe puas”. Karena memang konsumen yang dibidik adalah kalangan kantoran yang cenderung mengedepankan layanan daripada tarif murah tapi layanan tidak memuaskan.
Grapari/Gerai
Sabtu, 14 juni 2008 iseng-iseng saya mampir ke gerai Indosat yang ada di WTC Surabaya jalan Pemuda sekedar ingin tahu informasi tentang MATRIX auto. Di pintu kaca depan tertempel pemberitahuan bahwa ada pelatihan bagi karyawan sehingga pelayanan akan sedikit terganggu karena CS-nya sedikit. Begitu masuk disambut oleh security perempuan yang kemudian menanyakan keperluannya kemudian memberi kartu antrian. Setelah itu saya ikut ngantri bersama pelanggan yang lain.
Sepekan sebelumnya, sabtu 7 juni 2008 saya datang ke Grapari Telkomsel yang ada di jalan Pemuda depan Surabaya Plaza dengan perlu pindah paket kartuHALO saya yang semula HALObebas menjadi HALOhybrid. Begitu masuk saya disambut seorang cecurrity dan ditanya keperluannya kemudian disuruh mengambil nomor antri dengan cara mengetik nomor ponsel saya otomatis keluar seperti struk belanja. Kemudian antri bersama pelanggan yang lain.
Perbedaan mencolok di Gerai Indosat dan Grapari Telkomsel adalah suasana menunggu tersebut. Telkomsel memanjakan pengantri dengan menyediakan beberapa koran dan majalah Nasional yang tertata rapi di dua buah rak. Belum cukup dengan itu, Telkomsel juga menyediakan tiga buah monitor touchscreen yang bisa kita gunakan untuk mempelajari beberapa fitur ponsel merk Nokia, Motorola, dan Sonyericsson. Wah seru pokoknya. Serasa kita berselancar di dunia internet. Tersedia juga permen dengan merek simPATI.
Berbeda saat ngantri di Gerai Indosat. Disitu Cuma tersedia satu Koran Jawa Pos yang tergeletak di tempat duduk antri. Bahkan brosur tentang produk Indosat saja saya tidak menemukannya disana. Sungguh pelit banget Indosat. Belum lagi layanan CS yang seolah belum menguasai betul tentang MATRIX auto.
Mode Prabayar
HALOhybrid lebih fleksibel karena pemindahan mode bisa dilakukan setiap saat. Tarif mode prabayar HALOhybrid adalah tarif simPATI regular (non pede). Yang menarik adalah saat isi pulsa mode prabayar tidak ada masa aktif dan masa tenggang. So, bisa aktif terus meskipun seumur hidup cuma mengisi pulsa satu kali. Berbeda dengan MATRIX auto baru otomatis berpindah mode setelah mencapai limit. Tarif mode prabayar MATRIX auto adalah tarif IM3.
Tarif SMS
Tarif SMS relatif sama. Untuk sesama operator Telkomsel tariff hybrid adalah 125/SMS dan ke lain operator adalah 150/SMS. Sedangkan MATRIX auto 100/SMS untuk sesame Indosat dan 150/SMS untuk beda operator.
Tarif Panggilan
Kedua kartu ini memiliki tarif flat perdetik sejak detik pertama. HALOhybrid mematok Rp 10/detik untuk sesama Telkomsel, RP 11/detik untuk panggilan ke PSTN/telfon rumah, dan Rp 13/detik untuk panggilan ke operator lain. Sedangkan MATRIX auto lebih flat lagi dengan memasang tariff Rp 15/detik untuk panggilan kesemua nomor, baik sesama operator maupun beda operator.
Tarif GPRS
Nah, disisi ini anda akan menemukan tarif yang relative jauh selisihnya. Dimana tarif GPRS MATRIX auto Cuma Rp 1/kb, sedangkan HALOhybrid Rp 5/kb. Meski per 1 april 2008 semua tarif Telkomsel sudah diturunkan tetapi tarif GPRS tetap tidak diturunkan. Bahkan tarif GPRS Telkomsel ini adalah tarif paling mahal diantara tarif GPRS operator seluler di Indonesia. Makanya tidak salah kalau seorang blogger menulis dalam blognya bahwa pemeras itu bernama Telkomsel klik disini.
Pembayaran Tagihan
HALOhybrid lebih fleksibel karena pembayaran bisa dilakukan di kantor pos selain via ATM dan langsung ke gerai/grapari. Sedangkan MATRIX auto tidak bisa pembayaran dilakukan di kantor Pos.
Migrasi Kartu
Kini semua nomor simPATI dan nomor kartuHALO yang lain bisa migrasi ke HALOhybrid. Sedangkan MATRIX auto hanya bisa dinikmati dengan nomor baru. Migrasi dari Mentari Cuma bisa ke MATRIX reguler.
Cek Tagihan
HALOhybrid bisa cek tagihan total terakhir setiap sat dengan dial *888# dan cek biaya penggunaan terakhir dengan dial *887#. MATRIX Auto lebih repot karena cek tagihan total terakhir dilakukan dengan mengirim SMS dan tidak bisa melakukan cek penggunaan terakhir.
Kelebihan Lain
Keduanya sama-sama free abonemen dengan batas minimal penggunaan 25 ribu perbulan dan bisa dilimit sesuai keinginan. Sangat cocok untuk antisipasi agar tagihan tidak membengkak. Untuk HALOhybrid setiap bulan mendapat free 100 SMS ke semua operator. (USE)
Temukan juga tulisan ini di ngeblogjugaperbuatan
ooo… gimana ya??? lebih baek ke matrix auto aja, udah murah, mantep, tp report nya.. mao cek tagihan harus lewat sms, n pembayaran lewat bank(ATM, Auto debit)
Komentar oleh David — Desember 15, 2008 @ 6:04 pm
Xplor gimana modelnya?
Komentar oleh Bogel — Januari 2, 2009 @ 6:30 am
Kowe nggawe opo emange? Cerewet cuk!
Komentar oleh Budi Hartanto — Januari 2, 2009 @ 6:33 am
Mending pake mentari aja ah
Komentar oleh Syahid Ismail — September 22, 2009 @ 1:07 am