Tanpa “Cinta”, Kun Fa Yakun Sepi

16 05 2008

Sebaiknya sebelum anda membaca tulisan in anda terlebih dulu membaca tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Magnet” Itu Bernama Cinta yang saya tulis pada bulan maret yang lalu.

Saya ini orangnya tidak suka dengan berita olah raga. Tetapi hampir setiap pagi saya membuka Jawa Pos halaman olah raga. Tentunya bukan tertarik berita piala Thomas-Uber, PERSEBAYA, atau liga-liga yang lain. Tetapi karena pada halaman olah raga tersebut terdapat iklan tentang harga ponsel, iklan nomor perdana cantik, dan jadwal tayang film di gedung bioskop se-Surabaya.

Ada yang menarik menurut saya pada jadwal bioskop tersebut. Film religius Kun Fa Yakun yang sedianya ingin mengekor kesuksesan Ayat-ayat cinta ternyata begitu cepat hilang di jadwal bioskop tersebut. Tentu saja anda mengerti maksud saya. Ketika sebuah film tidak diputar lagi di Bioskop itu berarti penontonya sedikit. Sehingga si-21 (baca: twenty One) pun memilih tidak memutar lagi karena tidak mau rugi.

Tentunya masih terngiang di benak kita tentang kesuksesan film Ayat-ayat Cinta. Selama berbulan-bulan semua gedung bioskop di Indonesia memutar film tersebut pada seluruh jadwal jam tayang. Bahkan sekali jam tayang ada sebuah gedung bioskop yang memutar di dua studio secara bersamaan. Karena penonton membludak sehingga satu studio tidak cukup menampung banyaknya penonton.

Lalu apa hubungannya dengan judul tulisan saya diatas? Sekali lagi, “Magnet” itu bernama cinta. Cinta dalam tanda kutip. Tanpa cinta film sebagus Kun Fa Yakun-pun kurang mendapat perhatian penonton. Mengkin akan beda keadaanya ketika film tersebut ditambah judulnya menjadi “Cinta Kun Fa Yakun” atau cerita inti dalam film tersebut diubah tentang cerita dua wanita yang rebutan satu lelaki atau sebaliknya. Atau cerita seorang cewek yang rela menjual virginitasnya kepada seorang om-om. Atau cerita tentang seorang cewek yang meminta kepada sang cowok agar segera menciumnya.

Mungkin inilah kondisi masyarakat indonesia sekarang. Sebagaimana yang saya tulis di tulisan sebelumnya ternyata kisah percintaan dua insan lain jenis lebih mudah menarik perhatian. Terlebih lagi dengan film-film yang kontroversi yang sebenarnya oleh produsernya sengaja dibuat kontroversi untuk sekedar mencari sensasi sehingga banyak yang penasaran dan akhirnya menonton film tersebut.

Anda pernah dengar film yang berjudul “Lari dari Blora”?. Lari dari Blora mengangkat tema masyarakat Samin di Blora. Disutradarai oleh Akhlis Suryapati yang juga penulis skenario film ini. Adapun para pemain yang tampil dalam film ini antara lain WS Rendra, Ardina Rasti, Annika Kuyper, Soultan Saladin, Tina Astari, Iswar Kelana, Nizar Zulmi, Brata Sentosa, Andreano Phillip, Oktav Kriwil, dan Egy Massadiah yang juga merangkap sebagai produser.

WS Rendra mengatakan bahwa dia tertarik untuk terlibat dalam film ini karena skenarionya yang berjiwa seni tinggi. Selain itu, film ini juga mengangkat tema masyarakat minoritas yang jarang disentuh oleh para sinematografis lain. Sementara itu, Egy Massadiah mengatakan bahwa ini adalah film pertama yang dia garap. “Dari sisi seni dan budaya, skenario film ini sangat bagus. Bukan berarti film-film yang lain tidak bagus tetapi saya hanya ingin memberi warna lain pada film-film kita. Walaupun misalnya nanti film ini tidak sukses secara komersial, saya tidak akan berhenti untuk memproduksi film-film budaya.”

Pertanyaanya: kenapa film ini hanya beberapa hari saja diputar di bioskop?(USE)


Aksi

Information

2 tanggapan

5 06 2008
kakchun

halo mas use.
duh kritis banget yow. sukses ya

12 06 2008
kakchun

betul tanpa cinta bakal sepi. sinetron aja pake cinta. banyak banget…
ada cinta fitri, cinta indah, cinta laura, cinta monyet, cinta lama bersemi kembali, cinta lokasi, cintami atmanegara….. hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: