Asli Bojonegoro

Sering Telat, KRD Dihilangkan | Apr 16th 2008

BOJONEGORO (Radar Bojonegoro)- Karena sering tidak tepat waktu alias telat, kereta rel diesel (KRD) jurusan Bojonegoro-Semarang dan sebaliknya, bakal dihentikan. Selanjutnya, mulai Juli mendatang jalur yang dilayani hanya Cepu-Semarang dan sebaliknya.

Hal itu dikatakan Moch. Iswanto, Pjs kepala stasiun KA Bojonegoro saat bertemu Bupati Suyoto di pemkab setempat kemarin (14/4). Kepada Suyoto, Iswanto berharap rencana penghentian jalur KRD hanya sampai Cepu didukung. “Alasan Daops IV Semarang, KRD sering terlambat. Padahal itu kan masalah persilangan kereta saat bertemu kereta yang kelasnya lebih tinggi. Sehingga, KRD harus ngalah,” tegasnya.

Padahal sebenarnya, lanjut dia, persilangan KA bisa diatur agar tepat waktu. Caranya, dengan menyiapkan persilangan KA di sejumlah stasiun yang menjadi tempat persilangan KRD dengan KA lain. “Selama ini kan KRD harus nunggu di Bojonegoro sampai KA kelas tinggi lewat, baru KRD boleh berangkat,” ungkapnya.

Jika jalur Bojonegoro-Semarang ini hilang, patut disayangkan. Sebab, kata dia, angkutan KRD di jalur ini diperlukan masyarakat. Terutama bagi arus angkutan barang dagangan. Sebab, selama ini penumpang yang menggunakan KRD dari Bojonegoro 9 ribu orang per tahun. Sementara penghasilan yang diperolah stasiun Rp 15 juta setiap tri wulan.

Menanggapi hal tersebut, Suyoto menyatakan bakal mengirim surat kepada Daops IV Semarang agar KRD tetap beroperasi. “Tapi saya juga minta dukungan masalah teknis persilangan tadi karena yang paham hal tersebut kan pihak PT KAI,” tegasnya. (ade)


Belum Ada Tanggapan »

Ada yang ingin disampaikan?RSS Komentar URI Lacak Balik